Category Archives: artikel

Jangan Anggap Remeh Sakit Maag dan Asam Lambung

LambungPenyakit maag dan asam lambung ‘akrab’ dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keduanya sering dianggap mirip, padahal maag dan asam lambung berbeda namun sama-sama tidak dapat dianggap remeh.

Kedua penyakit tersebut kerap dianggap sepele dan dibiarkan berlarut-larut. Baru-baru ini, kontestan Puteri Indonesia 2016 asal Maluku, Jean Patty dikabarkan meninggal karena penyakit asam lambung.

Bukan cuma Jean yang tercatat meninggal karena asam lambung. Pada 2015, seniman Didi Petet juga meninggal disebabkan penyakit yang sama dengan Jean.

Maag Karena Stres

Penyakit maag atau indigestion adalah peradangan mukosa atau lapisan kulit dalam lambung yang disebabkan banyak faktor.

Beberapa faktor tersebut adalah stres, luka pada dinding atau tukak lambung, dan bakteri Helicobacter pylori. Gejala penyakit maag yang muncul biasanya kembung, mual, muntah, serdawa berlebih, dan sakit pada bagian ulu hati.

Penyakit ini sering dianggap sindrom ‘anak mahasiswa’ dan dianggap sepele. Padahal, penyakit maag dapat menyebabkan komplikasi seperti penyempitan kerongkongan hingga sulit menelan, esofagus barret, atau terpapar asam lambung pada kerongkongan, hingga ‘bocornya’ asam lambung hingga usus halus.

Bila terserang penyakit maag, penanganan secara mandiri dapat dilakukan. Beberapa obat dapat menangani maag seperti antasida, alginat, antibiotik, dan antidepresan.

Namun perlu pemeriksaan lebih lanjut jika gejala sampai tahap muntah, kehilangan berat badan, hingga sulit menelan.

Asam Lambung, Pelan Mematikan

Berbeda dengan penyakit maag, penyakit asam lambung atau gastroestophageal reflux merupakan kondisi naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

Penderita penyakit ini akan merasakan pahit yang muncul di kerongkongan dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Gejala ini sering dianggap sebagai serangan jantung.

Penyakit ini muncul karena tidak berfungsinya katup yang ada di ujung lambung.

Katup bernama lower esophageal sphincter (LES) ini berfungsi sebagai pintu otomatis saat makanan atau minuman lewat dan tertutup guna mencegah asam lambung dan makanan yang dicerna naik ke kerongkongan.

Longgarnya LES akan menyebabkan kebocoran asam lambung dan menyebabkan gejala karena asam pencernaan itu bersifat korosif sehingga memungkinkan dinding saluran pencernaan terkikis dan meradang.

“Asam lambung sebenarnya tidak langsung menyebabkan kematian, tapi bisa menyebabkan komplikasi organ lain dan bisa berujung ke serangan jantung, stroke, pendarahan, infeksi,” ujar Ari Fahrial Syam dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, beberapa waktu lalu.

Penyakit asam lambung juga diketahui dapat memicu kanker esofagus bila tidak mendapatkan penanganan serius dan segera.

Ada beberapa cara menjaga diri agar tidak terkena penyakit ini, seperti menjaga berat badan, hindari obesitas, jaga pola makan, hindari makanan berlemak dan yang memicu asam lambung.

Beberapa makanan yang memicu asam lambung adalah alkohol, kafein, cokelat, buah jeruk, dan makanan berbau tajam. Selain itu, merokok juga dapat memicu naiknya asam lambung.

Sumber  : CNN Indonesia

Tidur Bisa Kurangi Stres Paska Trauma

074993900_1465923474-tidurbro

Sebuah studi menemukan bahwa beristirahat dan tidur di 24 jam pertama, setelah menderita trauma, ternyata dapat membantu seseorang yang mengalami gangguan stres paska trauma.

Orang dengan pengalaman stres paska trauma yang sangat emosional dan menyedihkan, seringkali merasa bahwa mereka seolah-olah mengalami trauma lagi. Tidur bisa memainkan peran kunci dalam memproses apa yang telah mereka derita.

“Pendekatan kami menawarkan alternatif non-invasif yang penting untuk upaya saat ini dan menghapus kenangan traumatis, atau memperlakukan mereka dengan obat-obatan,” kata pemimpin penulis Birgit Kleim dari University of Zurich.

Dilansir dari laman Indianexpress, Temuan ini menunjukkan bahwa tidur yang baik dapat membantu melemahkan emosi yang terhubung ke memori yang ada, seperti rasa takut yang disebabkan oleh pengalaman traumatis.

Selain itu, tidur juga membantu kontekstualisasi ingatan, memproses mereka sebagai informasi dan menyimpan kenangan. Namun, proses dapat berlangsung beberapa malam, kata para peneliti.

“Penggunaan tidur, mungkin terbukti menjadi awal strategi pencegahan yang cocok dan alami,” tambah Kleim.

Untuk penelitian ini, para peneliti menunjukkan peserta video traumatis. Kenangan berulang gambar dalam film yang menghantui para peserta selama beberapa hari dan mencatat secara rinci dalam buku harian.

Sumber  : Viva.co.id

Waspadai Vertigo. Pusing, Jangan Dianggap Remeh!

vertigo-alodokter

Vertigo menjadi gejala yang banyak dialami oleh masyarakat. Vertigo merupakan perasaan pusing yang terjadi secara tiba-tiba dan membuat penderita merasa sekelilingnya seperti berputar-putar. Berakibat pada hilangnya keseimbangan dan sulit berdiri yang biasanya disertai mual, muntah, dan berkeringat.

“Penyakit ini juga kadang disertai dengan mata yang tidak normal (nystagmus). Gangguannya bisa berlangsung beberapa saat saja, tapi juga bisa berlanjut sampai beberapa jam, bahkan beberapa hari,” ungkap dr Amelia kepada Harianamanah.com, Ahad (16/7/2017).

Ia melanjutkan, penderita vertigo kadang merasa lebih baik setelah berbaring diam, tapi bisa juga terus berlanjut meskipun penderitanya tidak bergerak sama sekali. Kebanyakan vertigo disebabkan masalah telinga dalam, tapi dapat juga karena gangguan di otak dan sistem keseimbangan dalam (mata).

“Untuk mempertahankan keseimbangan itu membutuhkan suatu jaringan kerja antar beberapa bagian tubuh yang berbeda. Semua bagian tubuh itu bekerja sama untuk membuat seseorang bisa tetap berdiri tegak dan stabil. Ini yang membuat terjadi vertigo apabila salah satu jaringan kerja terganggu,” tambah dr Amel.

Pada umumnya, vertigo dipicu gangguan mekanisme keseimbangan pada telinga bagian dalam. Vertigo bisa terjadi pada orang sehat saat melakukan perjalanan laut yang jauh, naik komedi putar, atau melihat gambar film yang diputar secara cepat. Tapi, gejala itu normal dan sebentar juga akan hilang.

“Banyak jenis vertigo yang sering dirasakan oleh masyarakat. Misalnya ada pula vertigo yang dipicu perubahan tertentu dari posisi kepala yang disebut dengan Vertigo Posisi Paroksismal Jinak atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo,” tutur dr Amel.

Jenis vertigo tersebut biasa terjadi ketika gerakan kepala yang dilakukan secara cepat, seperti bangun tidur, menoleh dari goncangan, penderitanya berbaring, bangun dan berguling, atau menoleh ke belakang.

Vertigo jenis ini masuk dalam gejala yang berat, tapi tidak berbahaya dan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa pekan atau bulan

Sumber  : Amanah.com

Terlalu Emosional Bisa Picu Nyeri Otot

emosi-600x330

Rasa sakit yang timbul di beberapa bagian tubuh memang disebabkan oleh kondisi fisiologis. Namun, ternyata suasana hati dan kondisi emosional juga dapat memicu rasa sakit di tubuh hingga nyeri otot. Terkadang kita tidak menyadari bahwa ada kaitan antara pikiran dengan tubuh.

Anda mungkin pernah merasakan sakit kepala yang datang tiba-tiba. Kemudian Anda meminum obat untuk meredakannya. Tapi, sadarkah Anda kalau akar penyebab sakit kepala itu bisa saja karena stres dalam pekerjaan atau kehidupan pribadi Anda.

Anda mungkin tidak akan pernah menyangka kalau sakit yang Anda rasakan sebenarnya disebabkan kondisi emosional Anda. Dilansir laman Boldsky, berikut adalah sakit yang diakibatkan kondisi emosional Anda.

Sakit kepala

Terkadang, stres bisa menyebabkan sakit kepala. Mengatasi sakit kepala seperti ini, Anda hanya perlu santai sejenak. Kuncinya adalah mengusir stres untuk mengatasi sakit kepala karena stres.

Sakit pinggang belakang

Saat Anda kehabisan uang dan merasa cemas, sakit pinggang belakang dapat muncul tanpa alasan lain.

Sakit bahu

Jika Anda merasa tengah mengemban beban atau tanggung jawab yang besar, bahu Anda akan merasa sakit. Itu bisa merupakan indikasi simbolik bahwa Anda harus mengurangi beban itu.

Sakit lutut

Jika lutut Anda sakit tanpa ada alasan yang jelas, itu bisa jadi karena ego Anda yang bermasalah. Menurut beberapa penelitian, saat Anda merasa direndahkan dan diremehkan atau melihat diri Anda memiliki kekuasaan yang lebih, Anda kemungkinan akan mengalami sakit lutut.

Sakit punggung

Sakit punggung yang muncul tanpa alasan yang jelas bisa menjadi tanda Anda kurang mendapat dukungan atau pertolongan emosional. Jika Anda merasa tidak ada yang menyayangi Anda, rasa sakit ini dapat muncul.

Sakit siku

Rasa kaku di tangan atau lengan dapat berarti Anda menolak adanya perubahan alamiah dalam kehidupan Anda. Tanyakan diri Anda dan terbukalah akan perubahan.

Sakit leher

Jika seseorang menyakiti Anda dan Anda sulit memaafkannya, hal itu bisa menyebabkan sakit leher. Faktanya, tidak dapat memaafkan diri sendiri karena Anda melakukan kesalahan juga dapat menimbulkan sakit leher. Jadi, cintailah diri Anda dan mau memaafkan orang lain adalah kuncinya.

Sakit pergelangan tangan

Rasa sakit di tangan bisa menjadi tanda Anda sedang menghindari orang lain dan mengisolasi diri. Bertemanlah dengan orang di sekitar Anda dan lihat apakah kondisi Anda membaik setelahnya.

Sumber  : Bintang.com

Jangan Sepelekan Nyeri Leher!

sakit-leher

Sangat sering kita dengar “nyeri di leher” menyebabkan aktivitas terganggu. Sakit yang hebat di leher memang menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.

Hal itu dapat terkait dengan faktor-faktor berikut. Leher Anda menahan kepala selama kurang lebih enam belas jam sehari, tujuh hari seminggu. Rasa sakit tidak terasa hanya ketika sedang berbaring tidur.

Selama enam belas jam ini, leher Anda terasa kaku ketika bekerja, bengkok ketika menonton televisi, membaca, berolahraga bahkan ketika bicara di telepon. Maka, tidak heran jika leher Anda berteriak minta tolong!

Hampir semua orang memiliki pengalaman dengan nyeri atau kekakuan pada leher. Nyeri leher merupakan kasus paling umum (selain batuk dan flu) pada klinik-klinik praktek dokter umum dan menempati posisi kedua sebagai penyebab seseorang harus cuti bekerja.

Untungnya, sebagian besar nyeri leher bukan kondisi yang membahayakan. “Otot terkilir akut pada leher – akut rine” leher- adalah 50-60 persen penyebab rasa nyeri di leher. Namun hal ini bisa disembuhkan menggunakan pengobatan sederhana seperti analgesia, istirahat dan terapi fisik.”, ujar Dr Bernard Lee MK, Direktur Interventional Pain Management Services, Singapore Pain Care Center, Singapura.

Namun bagitu, lanjut Bernard, ada beberapa rasa sakit yang merupakan kondisi lebih serius daripada yang lain. Kondisi ini dapat mengancam jiwa atau menyebabkan ketidaknyamanan yang besar dan menciptakan rasa sakit yang lainnya seperti sakit kepala, bahu lemas, pusing dan nyeri pinggang. Kondisi seperti ini memerlukan perawatan segera dan stabilisasi.

Berikut adalah kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan karena dapat mengancam : •    Kondisi diskus servikal, hal ini mencakupi tonjolan kompresi diskus pada saraf yang menyebabkan stenosis kritis dari kanal tulang belakang, sehingga terjadi pelemahan anggota badan dan kemudian kelumpuhan •    Retak pada tulang belakang leher yang menyebabkan ketidakseimbangan dan kemungkinan terjadinya kelumpuhan •    Infeksi pada organ sekitar leher •    Aneurisma spontan dari arteri vertebralis atau karotid. Hal ini terjadi ketika pembuluh darah di leher secara spontan melebar •    Arthropati dan osteoarthritis, nyeri timbul dari kerusakan sendi faset.

Jika kita bagi kategori nyeri leher, nyeri dapat timbul baik secara lokal atau berasal dari daerah lain. Penyebab nyeri lokal pada leher dapat disebabkan oleh :

1.    Saraf leher – kompresi atau iritasi saraf 2.    Ligamental dan cedera otot – keseleo atau pukulan cemeti 3.    Ruas tulang belakang leher – peradangan sendi kecil (facet) 4.    Kerangka tulang – retak 5.    Infeksi

Bahkan, ketika penyebab sakit leher adalah jinak, hal ini yang bisa sangat melumpuhkan. Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan nyeri otot leher karena terkilirnya otot lokal dapat menyebar hingga bahu, lengan dan bahkan jari. Terkadang, rasanya mirip seperti nyeri dada atau nyeri menusuk pada bahu.

Sumber  : Kompas.com

Waspadai Kecemasan Berlebih

ilustrasi-pria-khawatir-cemas-gelisah_20150819_152126Anda sering merasa panik dan cemas ketika meninggalkan suatu benda, seperti telepon genggam? Pada kondisi tersebut, kebanyakan orang mungkin berpikir lebih baik meninggalkan dompet daripada harus meninggalkan telepon genggam. Ketika telepon genggam tertinggal, seseorang cenderung merasa panik dan gelisah.

Kondisi tersebut ternyata masuk ke dalam gejala ringan gangguan kecemasan yang banyak dialami manusia. Disadari atau tidak, menurut Presiden ASEAN Federation for Psychiatry and Mental Health (AFPMH) dr Danardi Sosrosumihardjo SpKJ (K), banyak di antara kita yang kerap mengalami masalah ini.

“Banyak pemicunya, mulai dari akibat faktor lingkungan, gaya hidup kaum urban yang serbacepat, dan masalah pemanasan global adalah sebagian umum yang bisa memicu seseorang mengalami kecemasan,” ungkapnya dalam pemaparan soal gangguan kecemasan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia juga mengungkapkan, kecemasan merupakan suatu masalah yang berkaitan dengan timbulnya gejala-gejala sistem saraf otonom di dalam tubuh. Biasanya kecemasan itu ditandai dengan timbulnya dua komponen gejala, yaitu gejala fisik dan psikologis.

“Untuk gejala fisik biasanya ditimbulkan tubuh, seperti jantung berdebar, diare, pusing, berkeringat dingin, sesak napas, mual, dan lainnya. Sementara, gejala psikologis ditandai dengan perasaan khawatir, waswas, gugup, dan ketakutan,” katanya.

Dalam praktik sehari-hari, beberapa diagnosis gangguan cemas yang sering ditemukan adalah gangguan cemas menyeluruh, gangguan cemas panik, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stres pascatrauma, fobia sosial, dan fobia spesifik. Namun, dari semua kecemasan tersebut ternyata memiliki dampak negatif dan positif.

“Kalau karakter kecemasan yang muncul bersifat positif dan mekanisme penanganan atau terapi dapat dilakukan dengan tepat, dipastikan individu tersebut bisa menghadapi serta mengendalikan gangguan tersebut dengan baik,” lanjutnya.

Akan tetapi, apabila terjadi kebalikannya dan menimbulkan kecemasan berlebih hingga ketegangan terus-menerus, perlu melakukan terapi dengan psikolog atau psikiater.

Senada dengan Danardi, dr Andri SpKJ FAPM yang merupakan psikiater dari Klinik Psikosomatik Rumah Sakit OMNI Alam Sutera Tangerang mengungkapkan, kecemasan yang berlebih kiranya juga patut untuk diwaspadai karena dapat mengancam jiwa.

“Kalau gejala kecemasan sudah masuk ke dalam fase gangguan jiwa yang mengakibatkan gangguan depresi, baik pasien maupun paramedis, perlu melakukan penanganan khusus,” kata Andri.

Penanganan khusus itu diperlukan karena dalam kondisi tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan fungsional pasien dalam pekerjaan. Tak hanya itu, kecemasan berlebihan dapat menimbulkan gejala-gejala fisik yang tidak bisa dijelaskan secara medis (psikosomatik). Sementara, pada gangguan yang lebih lama dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk bunuh diri.

“Oleh karena itu, jika kecemasan tidak ditangani dengan baik, dapat berakibat depresi atau gejala gangguan jiwa lain yang lebih parah. Dengan mengendalikan kecemasan yang baik, tingkat produktivitas seseorang pun dapat terjaga untuk hidup yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Menurut Andri, pada dasarnya kasus-kasus gangguan jiwa, seperti cemas dan depresi, ini bisa disembuhkan. Akan tetapi, pasien sering kali menunggu terlalu lama untuk datang ke paramedis karena cenderung merasa malu jika harus datang ke psikolog atau psikiater.

Terapi pada praktik psikatri bisa dilakukan dengan menggunakan obat atau psikofarmakologi maupun psikoterapi. Kombinasi dari dua cara pengobatan tersebut dapat diterapkan bersamaan kepada pasien yang mengalami masalah gangguan jiwa.

“Untuk terapi secara psikofarmakologi dalam pengobatan gangguan cemas ini dapat menggunakan obat antidepresan golongan SSRI (Serotonin Selective Reuptake Inhibitor). Obat ini dapat bekerja dengan cepat setelah dikonsumsi,” lanjutnya.

Namun, ia mengimbau agar penggunaan obat-obatan golongan tersebut harus di bawah pengawasan dokter ahli. Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan dosis dan pengobatan yang tepat. Selain dengan terapi menggunakan obat, terapi kognitif dan perilaku secara ilmiah juga terbukti dapat membantu mengatasi masalah gangguan cemas dan depresi, seperti melakukan relaksasi (manarik napas panjang), meditasi, bersosialisasi dengan teman-teman, dan berolahraga.

Antara ke Psikolog atau Psikiater

Sebagian orang mungkin merasa malu apabila harus berkonsultasi ke psikolog maupun psikiater ketika mengalami masalah kecemasan. Padahal, berkonsultasi dengan keduanya merupakan salah satu bagian dari terapi penyembuhan kecemasan atau gangguan jiwa.

Menurut dr Danardi Sosromiharjo SpKJ (K), terapi dengan psikolog maupun psikiater sangat membantu menyembuhkan pasien ketika sudah mengalami gejala kecemasan maupun gangguan jiwa. Ia mengungkapkan, sebenarnya melakukan terapi dengan psikolog maupun psikiater pada dasarnya sama saja.

“Perbedaannya hanyalah pada tingkat kecemasannya. Kalau pasien mengalami kecemasan ringan, seperti tes belajar, tes bakat, dan gangguan belajar, sebaiknya lebih disarankan untuk melakukan terapi dengan psikolog. Akan tetapi, kalau timbul gejala biologis yang lebih parah, seperti bipolar dan skizofrenia, sebaiknya terapi ke psikiater,” katanya.

Dr Andri SpKJ FAM menambahkan, peran psikolog atau psikiater sangat penting untuk menguak jenis kecemasan yang diderita pasien. Karena itu, mereka tak sekadar memberikan obat-obatan untuk pasien. Oleh sebab itu, kerja sama diperlukan sekali antara dokter dan juga pasien.

“Hal ini penting karena, walau bagaimanapun, pasien yang lebih tahu gangguan apa saja yang dia alami. Barulah setelah itu paramedis bisa menentukan sebaiknya pasien bisa ditangani oleh psikolog atau psikiater sesuai dengan gejala yang timbul,” ujarnya.

Secara keseluruhan, katanya, seseorang dapat dikatakan sehat jiwanya ketika sudah bisa menerima keadaan di sekitarnya. Karenanya, seseorang harus menjalani penanganan yang benar dan tepat sesuai gejala apabila mengalami keluhan kecemasan atau gangguan jiwa.n c04 ed: dewi mardiani

Tips Menghindari Kecemasan

Ketika seseorang mengalami kecemasan dan gangguan jiwa lainnya, sebenarnya bisa dihindari dengan hal-hal yang sederhana. Menurut dr Andri SpKJ FAPM, cara untuk menghindari cemas dan stres adalah sebagai berikut :
1. Mengenali diri sendiri
Dengan mengenali diri sendiri, seseorang menjadi tahu kelemahan dan kelebihan pada dirinya.

2. Berbagi cerita dengan teman

Untuk menghindari cemas, dapat juga dilakukan dengan bersosialisasi dan berbagi cerita dengan teman. Dengan berbagi cerita kepada teman, seseorang tidak akan merasa sendirian dan dapat membuat diri merasa nyaman.

3. Terapkan dan pelihara hidup sehat 

Selain menerapkan pola hidup sehat, melakukan kegiatan berolahraga juga tak kalah penting dilakukan karena olahraga meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh seseorang.

4. Jauhi rokok dan alkohol

Rokok, alkohol, dan narkotika sebaiknya penting untuk dijauhi. Hal ini karena apabila dekat dengan hal-hal buruk seperti itu, seseorang akan sering mengalami cemas, hidup tidak akan tenang, dan tidak nyaman.

 

Sumber  : Republika.co.id

Orang yang Sering Migrain Rentan Alami Gangguan Cemas

migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah memang tidak menyenangkan. Dampak lainnya, orang migrain rupanya cenderung mudah cemas.

Menurut studi yang dilakukan peneliti dari University of Toronto, Kanada, mereka yang sering migrain cenderung tiga kali mengalami gangguan cemas (anxiety) dibandingkan yang jarang alami migrain. Pria yang sering migrain cenderung alami kecemasan dibandingkan wanita.

“Kami terkejut dengan hasil studi karena pada umumnya wanita yang sering mengalami migrain. Namun yang rentan alami gangguan kecemasan dalam studi ini adalah pria,” kata salah satu peneliti, Esme Fuller-Thomson.

Ada banyak kemungkinan yang membuat migrain bisa menyebabkan kecemasan seperti biologis, lingkungan, dan emosional seperti mengutip Huffington Post, Selasa (11/4/2017). Biasanya orang-orang migrain yang sering mengalami kecemasan itu yang memiliki penyakit kronis serta mereka yang kesulitan mengatur urusan rumah tangga. Lewat hasil studi ini peneliti menyarankan agar para petugas medis peduli juga akan kesehatan mental pasien migrain. Bisa jadi pasien migrain juga mengalami gangguan mental yakni gangguan cemas.

Sumber  : Liputan6.com

Bahaya Di Balik Migrain

migrain-bisa-dicegah-ini-caranya

Migrain atau sakit kepala sebelah mungkin pernah dialami setiap orang. Biasanya, penyakit tersebut dianggap enteng. Minum obat di pasaran, kemudian sembuh. Namun, waspadai migrain yang terlalu sering muncul. Bisa jadi itu gejala tumor otak.

Kemunculan migrain biasanya terjadi di sela sakit kepala hebat. Durasinya dibagi menjadi dua, yakni episodik dan kronis. Migrain episodik terjadi pada sakit kepala yang berlangsung kurang dari 14 hari. Umumnya, migrain terjadi 4–72 jam dalam masa itu. ’’Keluhan bisa berkurang kalau pasien istirahat,’’ jelas dr Yanna Saelan SpS, dokter spesialis saraf, di Siloam Hospitals Surabaya.

Sementara itu, migrain kronis ditandai dengan sakit kepala yang terjadi selama lebih dari 15 hari dalam sebulan. Delapan hari atau lebih di antara waktu sakit kepala tersebut berlangsung di satu sisi, membuat pandangan serasa berputar. Beberapa di antaranya disertai dengan kemunculan aura berupa kilatan atau garis cahaya selama lima menit hingga sejam.

Migrain kronis juga memiliki gejala perut terasa mual dan ingin muntah, fotofobia (takut pada cahaya terang), serta fonofobia (takut pada suara gaduh). Yanna menjelaskan, migrain kronis melibatkan sistem saraf simpatik dalam patofisiologi. ’’Saraf simpatik ini adalah saraf yang teraktivasi ketika seseorang mengalami stres,’’ kata Yanna.

Aktivasi terus-menerus pada sistem saraf simpatik tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya pelepasan dopamin (neurotransmiter penting di otak yang berfungsi sebagai pengantar pesan atau rangsangan antarsaraf dan sebagai hormon). Hal itulah yang mengakibatkan penderita mengalami gejala seperti mual, muntah, dan menguap berulang-ulang.

Meski sering dialami sebagian besar orang, tak ada penyebab jelas terjadinya migrain. Namun, ada beberapa hal yang bisa memicu. Di antaranya, konsumsi makanan atau minuman tertentu, alkohol, serta terlalu seringnya melihat cahaya yang menyilaukan.

Selain itu, mendengar suara keras atau suara melengking, mencium bau yang merangsang, kurang tidur, dan terlalu lelah serta perubahan cuaca, stres, dan menstruasi. Pemicu-pemicu itulah yang kemudian membuat migrain episodik berkembang menjadi migrain kronis. ’’Sekitar 2,5–4,6 persen penderita migrain episodik biasanya akan meningkat menjadi migrain kronis,’’ ucap Yanna.

Di bawah usia reproduksi, migrain lebih sering menyerang laki-laki daripada perempuan. Namun, ketika memasuki usia menstruasi, perempuan lebih sering terkena sebagai imbas produksi hormon estrogen yang naik turun.

Migrain kronis belum memberikan dampak signifikan bagi tubuh. Namun, penyakit itu sudah pasti mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski begitu, migrain kronis sebaiknya tidak diremehkan. Migrain kronis merupakan salah satu gejela tumor otak. ’’Jika perkembangan tumor otaknya cepat, migrain itu akan menjadi sakit kepala hebat di seluruh bagian,’’ ujar Yanna.

Dia mengungkapkan, terdapat beberapa pengobatan yang bisa digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan migrain. Obat yang dapat digunakan untuk pencegahan, antara lain, calcium channel blockers, beta blockers, tricyclic antidepressant, valproic acid, dan gabapentin.

Sementara itu, saat terjadi migrain, biasanya penderita meminum obat golongan analgetik, NSAID, obat golongan ergot dan triptan. ’’Namun, jika obat-obatan tersebut digunakan terlalu sering dan berlebihan dapat mengganggu fungsi organ tubuh. Karena itu, lebih baik segera periksakan diri ke dokter jika gejala migrain kronis dirasakan,’’ tutur Yanna.

Sumber  : Jawapos.com

 

90 Persen Sakit Pinggang Terjadi karena Salah Bergerak

Penyebab-Utama-Sakit-Pinggang

Kurang minum memang dapat memicu sakit pinggang karena otot dan sendi membutuhkan cairan. Namun 90 persen kasus nyeri pinggang bawah justru paling banyak terjadi karena kesalahan posisi tubuh dalam bekerja.

Seperti disampaikan pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta dr Mahdian Nur Nasution SpBS sangat sulit untuk mengetahui penyebab sakit pinggang. Oleh karena itu pemeriksaan sangat penting.

“Gejala sakit pinggang tidak ada yang khas dan sulit dibedakan, justru kami belajar dari pasien bagian mana yang dirasa nyeri,” katanya.

Namun, kata dia, pada kondisi seperti sendi bermasalah (facet) hingga dia tidak bisa berjalan, biasanya nyeri terasa ke bawah hingga menjalar ke kaki. “Sangat penting untuk membedakan tipe nyeri, sehingga dapat menentukan kelainan dan dapat memberikan terapi terbaik,” katanya.

Menurut Mahdian, sakit pinggang paling banyak terjadi karena pola duduk yang salah. Seperti misalnya membungkuk saat duduk di depan layar komputer, membungkuk saat mengambil barang di bawah yang seharusnya duduk terlebih dahulu.

Bending (membungkuk), lifting (mengangkat barang) dan twisting (membungkuk kemudian memutar pinggang) memungkinkan terjadinya cedera pada pinggang,” katanya.

Sumber  : Liputan6.com

 

Ikuti Langkah Ini untuk Menghindari Sakit Pinggang

Sakit-Pinggang

Gaya hidup modern mengubah manusia menjadi mesin dan hal ini dapat membuat datangnya berbagai penyakit. Pria dapat bekerja seperti mesin, tetapi tubuh mereka terdiri dari darah dan otot-otot yang tidak dimiliki oleh mesin.

Salah satu penyakit yang bisa menghampiri adalah sakit pinggang. Pria yang bekerja dengan duduk di depan komputer seharian dapat membuat pinggang menjadi sakit. Oleh karena itu, Anda harus bisa membuat tubuh terhindar dari penyakit ini. Berikut cara mudah mengurangi sakit pinggang, seperti dilansir laman Boldsky.

Olahraga, Olahraga sangat membantu untuk mengobati nyeri yang berlebihan di bagian pinggang. Untuk itu Anda harus mengetahui dari para ahli di pusat kebugaran yang efektif agar terhindar dari sakit pinggang.

Yoga, Meskipun ini juga merupakan olahraga, yoga berbeda dampaknya terhadap tubuh manusia. Anda harus belajar dari guru yoga yang terlatih untuk dapat mengurangi penyakit seperti nyeri pinggang.

Postur tubuh, Sebagian besar dokter dan ahli fisioterapi percaya bahwa postur tubuh yang salah adalah dasar untuk rasa sakit pada bagian pinggang. Mempertahankan postur tubuh yang tepat adalah pengobatan penting untuk rasa sakit berlebihan di pinggang.

Membangun otot perut yang kuat, Otot perut yang lemah adalah alasan dasar untuk rasa sakit berlebihan di dalam tubuh, terutama pada bagian pinggang. Anda harus mengambil inisiatif untuk membangun otot-otot yang kuat, sehingga Anda dapat tetap sehat dari rasa sakit yang berlebihan di bagian pinggang.

Dokter spesialis, Jika semua obat untuk bagian pinggang tidak bekerja secara efektif, maka Anda harus segera mengunjungi dokter spesialis. Hal ini penting untuk mendeteksi jika ada alasan lain untuk nyeri pada pinggang Anda.

 

Sumber  : Viva.co.id